Month: March 2014

Universitas sebagai Pusat Belajar

Budi Widianarko, Rektor Unika Soegijapranata, menulis tentang Universitas sebagai Rumah Belajar (Kompas, 1 Maret 2014 ). Beliau menekankan pentingnya pendidikan, yang merupakan dharma pertama dalam rumusan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Baiklah, kita terima itu. Pertanyaannya, pendidikan dengan kualitas seperti apa yang terselenggara di perguruan tinggi Indonesia?

Selanjutnya, kita juga perlu bertanya, apakah universitas hanya akan menjadi tempat mempelajari ilmu pengetahuan yang sudah dihasilkan orang lain? Tentunya tidak, ‘kan? Universitas harus menjadi tempat belajar bagaimana menghasilkan ilmu pengetahuan itu. Universitas semacam ini mestinya ditopang oleh dosen, fasilitas, dan interaksi dosen-mahasiswa yang berkualitas.

Di mana kah di negeri ini terdapat universitas yang merupakan Pusat Belajar seperti itu?

Berikut adalah 10 perguruan tinggi yang pantas disebut sebagai Pusat Belajar, yang telah menunjukkan bahwa dosen dan mahasiswanya tidak hanya belajar ilmu pengetahuan yang sudah dihasilkan orang lain, tetapi juga belajar bagaimana menghasilkan ilmu pengetahuan (dalam bentuk paper, bab dalam buku, dan lain-lain). Data dicuplik dari Scopus, tanggal 19-02-2014.

No

Perguruan Tinggi

Kota

Paper & Bab dlm Buku

Lainnya

Total

1.

Institut Teknologi Bandung

Bandung

1757

1602

3359

2.

Universitas Indonesia

Depok

1951

1004

2955

3.

Universitas Gadjah Mada

Yogyakarta

1295

404

1699

4.

Institut Pertanian Bogor

Bogor

1037

223

1260

5.

Institut Teknologi Sepuluh November

Surabaya

525

382

907

6.

Universitas Diponegoro

Semarang

456

160

616

7.

Universitas Airlangga

Surabaya

475

65

540

8.

Universitas Padjadjaran

Bandung

433

128

561

9.

Universitas Hasanuddin

Makassar

419

96

515

10.

Universitas Brawijaya

Malang

405

93

498

HG, 10-03-2014