Month: August 2014

Aku Suka Sejarah. Aku Bisa Jadi Apa? **

Oleh: Andi Achdian*

Kamu menyukai pelajaran sejarah? WOW! Apakah kamu juga menyukai kisah-kisah tempo dulu anggota keluargamu? Tentang Ayah dan Ibumu? Tentang Kakek dan Nenek, dan siapa saja yang lahir terlebih dahulu sehingga kamu ada di dunia ini?

Kalau sekarang kamu bertanya tentang cita-cita apa yang cocok untuk kamu yang suka pelajaran sejarah, saya pun memiliki rasa penasaran yang sama. Sungguh! Akan menjadi apa kamu di masa depan nanti?

Pertanyaanmu mendorong saya untuk membuka-buka buku di perpustakaan, membaca kisah-kisah para penemu, petualang, dan juga pemimpin besar yang namanya ada dalam catatan sejarah. Eureka! Saya girang seperti Archimedes, tetapi tidak berlari telanjang. Kebanyakan di antara orang-orang besar itu, mereka adalah orang-orang yang menyukai sejarah seperti kamu juga.

Sebagai contoh, coba kamu lihat kisah hidup Sukarno, presiden pertama dan pendiri negara Republik Indonesia. Sejak usia kanak-kanak, ia menyukai segala sesuatu bersifat sejarah. Ia suka wayang. Ia suka kisah raja-raja Nusantara. Ia pun gemar dengan cerita-cerita para raja dan kaisar di benua Eropa, nun jauh dari tempat kelahirannya. Perhatikan juga pidato-pidatonya. Sukarno tidak pernah lupa mengutip kata-kata bijak dan perbuatan tokoh-tokoh besar dalam sejarah, atau juga peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi di masa lalu. Si pencinta sejarah ini pun menjadi mahasiswa teknik yang belajar arsitektur di Bandung. Bayangkan!

Akhirnya, izinkan saya mengatakan dua hal.

Pertama, kesukaanmu terhadap sejarah membuka mata hati paling dalammu menjadi seorang manusia. Ia adalah busur dan anak panah yang membantumu membidik cita-cita yang paling jauh dan paling tinggi yang bisa kamu bayangkan. Silakan membidik apa saja. Apakah kamu ingin menjadi ilmuwan, dokter, penyair, wartawan, guru atau dosen di perguruan tinggi. Apapun.

Kedua, kecintaanmu terhadap sejarah mungkin akan menjadikanmu sebagai sejarawan profesional. Kamu akan melakukan banyak hal yang menyenangkan. Mengumpulkan surat-surat tua untuk menguak cerita masa lalu yang hilang. Mungkin itu adalah surat cinta Ayah kepada Ibumu. Mungkin juga kamu menemukan dokumen-dokumen yang jarang orang mau menyentuhnya, tetapi ternyata ia membawamu pada satu rahasia tentang riwayat penting negerimu.

*Andi Achdian adalah seorang sejarawan. Saat ini ia sedang menempuh program doktor di FIB UI.

**Tulisan ini dimuat di anakbertanya.com sebagai jawaban terhadap pertanyaan seorang anak tentang cita-cita apa yang cocok baginya yang menyukai pelajaran Sejarah.

Bandung, 29-08-2014

Advertisements