Membangun Perekonomian Berbasis Iptek*

Di tengah hiruk-pikuk Pilpres 2014 ketika itu, ada berita menggembirakan tentang perekonomian Indonesia yang berhasil masuk sepuluh besar dunia (Kompas, 3 Mei 2014). Saat itu, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan menyatakan bahwa Indonesia kini sejajar dengan negara-negara lain yang tergolong maju (Kompas.com, 5 Mei 2014). Negara-negara yang dimaksud adalah Amerika Serikat, Tiongkok, India, Jepang, Jerman, Rusia, Brasil, Perancis, dan Inggris.

Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia saat ini memang mencapai angka yang fantastis, yaitu sekitar Rp 10.000 triliun. Namun, bila kita bagi dengan jumlah penduduk Indonesia, maka kita dapatkan PDB per kapita sekitar Rp 45 juta. Dengan angka ini, Indonesia berada di urutan ke-125, jauh berada di bawah Malaysia, Suriname, bahkan Namibia.

Ada dua hal yang penting untuk dicatat terkait dengan isu ini. Pertama, tanah air Indonesia memang kaya dengan sumberdaya alam, dan dari situlah PDB yang besar kita raup. Namun, jumlah penduduk kita juga besar, sehingga PDB yang besar tadi belum memberikan kesejahteraan bagi masyarakat secara umum. Kedua, untuk mendongkrak PDB per kapita, kita tidak dapat seterusnya mengandalkan kekayaan sumberdaya alam Indonesia. Suatu terobosan perlu digagas untuk perekonomian Indonesia ke depan.

Bila selama ini kita terpaku pada peran Pemerintah dan para pelaku usaha dalam meningkatkan perekonomian Indonesia, maka salah satu terobosan yang perlu dilakukan adalah memperkuat elemen ketiga, yaitu perguruan tinggi (PT) dan lembaga-lembaga penelitian dan pengembangan (litbang).

Negara-negara maju seperti Inggris dan Jepang membangun perekonomiannya tidak di atas sumberdaya alam tetapi dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang mereka kembangkan. Di sinilah PT dan lembaga litbang memainkan peran pentingnya. Dalam hal ini pula kita menyadari mengapa PDB per kapita masih rendah, yaitu karena perekonomian kita belum diwarnai dengan kemajuan iptek yang kita kembangkan sendiri.

Pilpres 2014 telah berlalu. Apakah kita kemudian dapat berharap pada Pemerintah baru, yang akan dipimpin oleh duo Jokowi-JK kelak?

*Dicuplik dari artikel Membangun Perekonomian Berbasis Iptek yang dimuat di Kompas, 3 September 2014.

HG, 02-10-2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s