Cerita dari Festival Anak Bertanya 2015

Oleh: Avivah Yamani*

Mengasah Kepekaan, Mencari Jawaban. Itulah tagline dari Festival Anak Bertanya yang diadakan di Sasana Budaya Ganesa ITB, tanggal 16 Juni 2015. Acara yang diselenggarakan oleh anakbertanya dan SABUGA ITB tersebut dimulai dari ide sederhana bahwa anak punya segudang pertanyaan yang butuh jawaban. Sayangnya, seringkali orangtua maupun guru tidak selalu memiliki jawaban tersebut. Ide yang dimulai dari pengadaan sebuah situs anakbertanya.com untuk menyediakan jawaban dari pertanyaan anak dengan melibatkan para pakar yang bekerja di bidangnya kemudian berkembang menjadi sebuah interaksi yang cukup rutin diadakan oleh anakbertanya bersama mitra kerjanya. Pada akhirnya ide tersebut berkembang dengan sebuah interaksi yang melibatkan lebih banyak lagi komunitas dan lembaga yang memang sering berinteraksi dengan anak.

Festival Anak Bertanya yang berlangsung meriah semenjak pagi hari tersebut disponsori oleh Prudential Indonesia dan diikuti oleh 28 komunitas, lembaga, institutsi yang berkecimpung dalam dunia anak.

Di FAB2015, para peserta yang kesehariannya dekat dengan anak tersebut berasal dari berbagai latar belakang. Ada yang berasal dari dunia sains, pendidikan, seni, pengayaan, maupun hak asuh anak. Kalau disingkat, bisa kita katakan, FAB2015 membawa anak bertualang dan belajar dari Bumi sampai ke Alam Semesta. Bagaimana tidak, para pengunjung yang sebagian besar adalah anak-anak tersebut diajak untuk mengenal sains dari dekat. Sains yang mungkin sering diasosiasikan sebagai momok yang menakutkan menjadi sesuatu yang menyenangkan. Tak hanya itu, pengenalan sains dan budaya pun bisa diaplikasikan dalam permainan. Menyenangkan bukan? Matematika atau pelajaran sejarah yang kerap membosankan ternyata bisa menjadi super menyenangkan! Anak bisa mengenal tokoh sejarah dan berbagai kejadian yang terjadi di masa kemerdekaan Indonesia. Bahkan anak pun bisa mengenal budaya Indonesia lewat dongeng, dan belajar bercerita kepada teman-temannya.

Dan jangan salah. Anak-anak tidak sekedar diajak bermain, mereka pun bisa mengeksplorasi kemampuan untuk mebuat sendiri permainan mereka. Bahkan tak hanya permainan. Anak juga bisa belajar untuk membuat aplikasi yang dia inginkan atau juga robot. Tentunya semua anak pernah bermimpi dan bercita-cita untuk membuat sesuatu kan?

Dalam acara FAB2015 yang dilaksanakan selama sehari dan didukung juga oleh PT Pos Indonesia, PT LAPI ITB, ITB82, JG Motor dan PT Jaya Makmur Tangkas, anak yang hadir juga diajak untuk mengenal dan menjaga lingkungan. Ini penting untuk menanamkan prinsip pentingnya lingkungan dan bagaimana menjaganya semenjak dini. Penyajian film Petualangan Banyu menjadi salah satu cara untuk membangun kesadaran anak akan lingkungan.

Kreatifitas dan keberanian anak juga bisa dilatih lewat olah gerak seperti sepatu roda yang disajikan dengan sangat apik sementara para orang tua muda yang memimpikan generasi yang handal di masa depan juga ikut serta mengajak para orang tua dan anak untuk mengenal lebih jauh bagaimana pola pengasuhan anak yang baik. Dari sisi hak asuh anak, ada beberapa lembaga yang ikut serta yang juga menyajikan pengenalan tentang anak berkebutuhan khusus maupun lembaga mitra anakbertanya yang berkecimpung dalam penyediaan rumah bagi anak. Anak juga diberi informasi tentang bagaimana menabung dan mengelola keuangan oleh Prudential Indonesia.

Itu di Bumi! FAB2015 juga mengajak anak bertualang mengenal antariksa dan menjaga Bumi dari polusi cahaya. Pengenalan antariksa dari beberapa komunitas dan lembaga yang ikut terasa semakin nyata dalam sebuah petualangan antariksa ketika anak bisa menikmati itu dalam tayangan Planetarium Mini yang dibawa khusus oleh LAPAN.

Festival Anak Bertanya ini dikemas dalam bentuk semi pameran dimana para peserta memiliki booth tersendiri dan setiap anak bisa datang langsung berinteraksi atau bertanya pada para ahlinya, maupun pengenalan komunitas dan lembaga lewat presentasi interaktif di panggung. Di sini, para peserta harus dapat bercerita semenarik mungkin tentang siapa dirinya. Presentasi menjadi tidak membosankan, karena selain setiap peserta kreatif bercerita, acara juga diselingi oleh berbagai penampilan seperti tarian, musik daerah, maupun belajar menyanyi lagu-lagu yang memang khusus dibuat untuk anak.

Tapi, tak ada acara yang berakhir. Di penghujung hari, Festival Anak Bertanya 2015 pun ditutup dengan harapan setiap pengunjung cilik yang hadir bisa memperoleh jawaban dari pertanyaannya dan mengasah kreatifitas dan kemauan untuk mewujudkan mimpi mereka di masa depan. Dan yang pasti FAB2015 tidak akan berhenti sampai di sini. Sampai jumpa di FAB 2016.

*Avivah Yamani adalah salah seorang pendiri langitselatan.com.

Bandung, 19-06-15

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s